9 Hal yang harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi di Perusahaan Startup

9 Hal yang harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi di Perusahaan Startup - Memasuki tahun teknologi semakin hari semakin banyak perusahaan yang berbasis teknologi yang muncul di seluruh dunia tanpa terkecuali di Indonesia. Perusahaan startup merupakan perusahaan rintisan yang baru berdiri dan bergerak dibidang teknologi. Beberapa perusahaan startup yang terkenal didunia diantaranya Facebook, Twitter, Instagram dan Google.


9 Hal yang harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi di Perusahaan Startup
Sumber: Freepik


9 Hal yang harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi di Perusahaan Startup


Sebelum berinvestasi diperusahaan startup ada banyak pertimbangan yang harus kita lakukan. Mengingat dan menimbang perusahaan startup merupakan perusahaan rintisan yang usianya masih muda.

Pertimbangan ini kita lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses investasi ini berlangsung. Hal terburuk yang harus kita hadapi ketika berinvestasi adalah kerugian. Oleh sebeb itu berikut ini beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan sebelum berinvestasi diperusahaan startup.

1. Memperhatikan Reputasi Perusahaan Startup


Penilaian baik buruknya kinerja perusahaan startup menjadi pertimbangan yang harus dilakukan oleh investor. Jangan sampai perusahaan startup yang reputasinya buruk tapi kita malah memberanikan diri untuk berinvestasi.

Itu sama saja dengan bunuh diri. Ada banyak indikator yang bisa dijadikan acuan reputasi sebuah perusahaan startup diantaranya prestasinya, nama besarnya, laba yang diperoleh dan banyak lagi.

2. Track Record dalam Beberapa Tahun Terakhir


Untuk menguji track record atau rekam jejak perusahaan bisa terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Track record hampir sama dengan reputasi, kinerja yang baik dalam beberapa tahun terakhir bisa dijadikan pedoman untuk beberapa tahun kedepannya.

Jika dalam beberapa tahun terakhir track recordnya jelek maka bisa diprediksi bahwa untuk kedepannya kinerjanya juga ikut memburuk. Sebagai saran, jangan mengambil risiko dengan berinvestasi diperusahaan yan track recordnya buruk.

3. Tingkat Pengembalian Investasi


Sudah pasti, orang yang berinvestasi ingin mendapatkan pengembalian yang cepat, apalagi untuk investasi berjangka. Misalnya saja kita berinvestasi dengan uang 1 miliar rupiah disuatu perusahaan investasi selama 5 tahun.

Investasi yang baik adalah kurang dari 5 tahun kita sudah bisa mengembalikan 1 miliar. Semakin cepat tingkat pengembalian, semakin rekomended untuk berinvestasi.

4. Tingkat Keuntungan yang Didapatkan oleh Perusahaan Startup


Berinvestasi diperusahaan startup kita harus melihat keuntungan yang diperolehnya dalam satu tahun. Semakin besar keuntungan yang diperolehnya dalam satu tahun maka akan semakin bagus perusahaan startup tersebut.

Logika sederhana yang bisa digunakan adalah, jika keuntungannya besar berarti akan semakin besar pula kemampuan perusahaan startup memberikan deviden kepada investornya.

5. Jumlah Dividen yang Diberikan Kepada Investor


Perusahaan yang dilirik untuk mendapatkan investasi adalah perusahaan yang mampu memberikan jumlah dividen yang besar. Semakin besar dividen atau pembagian keuntungan maka semakin rekomended untuk tempat berinvestasi.

Tapi investor perlu mempertimbangkan beberapa hal, karena terkadang ada perusahaan yang memberikan iming-iming pembagian keuntungan yang besar tapi pada nyatanya tidak bisa merealisasikan janjinya.

6. Konsistensi atau Kestabilan Perusahaan Startup


Perusahaan startup yang konsisten dan stabil dalam menjalankan bisnisnya lebih bagus dijadikan perusahaan startup yang labil. Perusahaan yang labil atau naik turun ini lebih berisiko ketimbang perusahaan yang stabil. Mungkin kita bisa untuk banyak kalau posisi perusahaan ada diatas tapi akan berisiko jika posisinya berada dibawah.

7. Kecintaan Kita Kepada Bidang Startup


Cinta memang mengalahkan segalanya, termasuk ketika kita berinvestasi disuatu perusahaan startup. Jika kita memang menyukai bidang bisnis, meskipun untungnya kecil tidak masalah jika kita berinvestasi diperusahaan tersebut.

Misalnya saya termasuk pecinta dunia bisnis e-commerce, jika kita memang menyukai bidang bisnis tersebut tidak apa-apa kita berinvestasi di e-commerce meskipun untungnya tidak terlalu besar.

8. Mengenal Lebih Jauh Siapa saja yang Pernah Berinvestasi di Perusahaan Startup


Untuk mengetahui track record sebuah perusahaan startup kita harus mengetahui siapa saja yang pernah atau yang sedang berinvesasi diperusahaan startup tersebut. Coba cari tahu bagaimana kesan-kesan dan pengalaman yang mereka dapatkan selama berinvestasi diperusahaan tersebut. Jika banyak kesan baik yang mereka dapatkan, maka perusahaan tersebut cocok dijadikan tempat berinvestasi.

9. Mengetahui Hubungan Komunikasi yang Dilakukan oleh Perusahaan Startup kepada Investor


Alasan kita berinvestasi disuatu perusahaan startup bukan semata karena keuntungan yang kita dapatkan, tapi ada faktor lainnya. Perusahaan startup yang baik akan menjalin komunikasi yang baik dengan para investornya. Jadi intinya ada keintiman atau hubungan emosional yang kuat, yang didapatkan investor dari perusahaan startup.

Kesimpulan

Intinya dari semua penjelasan yang disampaikan diatas, hal yang diperhatikan sebelum berinvestasi diperusahaan startup lebih mengarah kepada kondisi keuangan perusahaan startup. Berinvestasi diperusahaan startup sama dengan berinvestasi diperusahaan lain yang memiliki risiko.

Jika perusahaan startup kondisi keuangannya baik besar kemungkinan ada kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividen kepada investor. Dan sebaliknya jika kondisi keuangannya buruk atau kurang sehat, bisa dipastikan perusahaan tersebut belum mampu membayarkan dividen ke investor.

*)